Senin, 22 Februari 2021

Karena Hal ini, Kami Dapatkan Apresiasi!

Momen paling menyebalkan ketika kalian pertama kali memulai bangku kuliah mungkin saja adalah menyia-nyiakan waktu, uang, dan tenaga untuk menyiapkan hal-hal yang dirasa tidak ada manfaatnya sama sekali bukan? Begadang menyiapkan ini dan itu, menghamburkan uang untuk membeli hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan, belum lagi kehilangan energi untuk bergerak kesana dan kemari? Hal lain apa yang mungkin kalian rasakan ketika harus berurusan dengan kegiatan OSPEK? Iya begitulah aku akan membahas hal yang berbau OSPEK di sini. Mungkin di telinga sebagian mahasiswa terdengar merdu ya? Tapi bagi sebagian yang lain justru mungkin terkesan sebaliknya.

OSPEK mungkin telah menjadi budaya tahunan di setiap perguruan tinggi. Tapi pada kenyataannya akan berbeda-beda dari teknis pelaksanaanya. Kegiatan itu sendiri pada umumnya terdiri dari tiga tahapan, tahap pertama ketika kalian harus terlibat dalam OSPEK tingkat universitas, tahap kedua terlibat di tingkat fakultas, dan terakhir di tingkat jurusan. Dan jujur saja, kalian paling benci ikut yang di tahap ketiga bukan? Haha. Biar ku tebak! Pasti karena penugasan yang aneh-aneh ya? Haha. Tapi... di sini aku tidak akan membahas hal-hal aneh tentang penugasan ya! Aku justru akan berbagi cerita bagaimana OSPEK bisa membuat aku sebagai salah satu panitia merasa bangga karena berhasil menyelenggarakan acara semacam ini haha.


Hore dapat sertifikat

Terlibat dalam kepanitiaan suatu kegiatan tentu menjadi hal yang menantang bagiku, terlebih apabila kegiatan yang diselenggarakan berskala besar dan melibatkan ribuan peserta. Tanggung jawab yang diberikan tentu akan menjadi hal yang sangat berarti bagi proses pengembangan diri. Sebuah kebanggaan tersendiri bila tanggung jawab tersebut berhasil diemban dengan cukup baik. Melihat dokumentasi berulang kali, mengabadikanya melalui media sosial, bercerita kepada kawan seperjuangan adalah bentuk dari ekspresi rasa bangga bagiku.

Setiap tahun, OSPEK UNNES atau OSMB UNNES yang sudah berevolusi namanya menjadi Program Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (PPAK) selalu diselenggarakan di kampus kami. Tidak akan membahas tentang PPAK tingkat universitas dan jurusan, kali ini aku yang bercerita seperti apa tugas dan tanggung jawab diriku serta bagaimana panitia akhirnya kami mendapatkan apresiasi dari birokrat kampus.

Tahun 2018 merupakan tahun ketiga aku berurusan dengan PPAK, satu kali sebagai peserta dan dua kali menjadi panitia. Saat menjadi peserta mungkin akan berbeda cerita dengan saat menjadi panitia ya? Haha... ya jelas dong! Tahun sebelumnya aku menjadi salah satu panitia dengan tanggung jawab sebagai pendamping jurusan kimia. Tugasnya mudah, aku hanya perlu membuat yel-yel dan jargon, membuatnya menjadi video yang bisa peserta tonton untuk latihan, mendampingi dan menilai peserta selama kegiatan berlangsung. Namun untuk tahun ini, aku rasa jauh dari kata mudah haha. Ya jelas saja! Hal-hal yang berkaitan dengan seluruh sarana dan prasarana kegiatan harus aku sediakan dan penuhi. Tentunya aku tidaklah sendirian, aku bersama 5 orang teman lainnya yang terdiri dari Fitri, Defin, Ahda, Faiz, dan Dita ditunjuk untuk mengisi divisi perlengkapan dan logistik pada saat itu. Tanggung jawab kami terbagi menjadi tiga fase. Fase pertama meliputi peran dan tugas sebelum kegiatan dimulai, fase kedua ketika kegiatan berlangsung, dan terakhir ketika kegiatan telah selesai. 


Saat menjadi peserta

Tahun pertama menjadi panitia

Pada fase pertama kami disibukkan dengan rapat-rapat besar dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan sarana dan prasarana penunjang kegiatan sebelum akhirnya acara dimulai 3 bulan kemudian. Hal yang paling aku ingat selama persiapan adalah ketika kami harus berkeliling Kota Semarang mencari persewaan panggung, tratak, drone, dan sound system yang pas di kantong anggaran. Bayangkan saja dengan segala keterbatasan dana, hampir 75% anggaran divisi kami habis untuk menyewa barang tersebut sedangkan sisanya kami gunakan untuk menganggarkan yang lain. Beruntungnya saat itu, kami memiliki banyak channel peminjaman dimana tidak perlu lagi memakai anggaran yang tersisa meskipun tidak semuanya GRATIS! Aku juga masih sangat ingat ketika kami harus melakukan negosiasi alot dengan birokrat kampus yang melarang penggunaan lahan di depan gedung rektorat untuk keperluan salah satu kegiatan kami nantinya. Sampai akhirnya kamilah yang menjadi panitia PPAK pertama yang bisa menikmati fasilitas lahan tersebut!!! Meminjam dan mengatur puluhan ruangan, lembur menyiapkan panggung, dekorasi, dan segalanya, serta masih banyak lagi hal yang tidak bisa aku ingat dengan jelas. Ahhh! Beginilah divisi kami... ketahanan fisik lebih kami andalkan haha.

Tiga bulan berlalu, kini saat yang dinantikan terjadi! Hari pertama ketika kami harus standby apapun yang terjadi dan kami benar-benar kurang tidur karena semalaman mengontrol alat dan menemani panitia yang lain melakukan geladi kotor. Kami kira selama tiga hari ke depan waktu tidur kami akan terampas dan benar saja itu terjadi! Kami harus menjaga semua peralatan siang dan malam belum lagi harus mengikuti evaluasi dan persiapan untuk hari kedua. “Masih ada hari ketiga loh!” kalimat yang keluar dari mulut ketua kami saat itu, Abror!!!

Tiga hari yang membuat kami menjadi kuat dan segala pelajaran yang bisa diambil kini telah terlewati. Gembira, bangga, dan bersyukur menjadi satu dalam perasaan kami pada saat itu. Begitu juga panitia yang lain aku kira. Meskipun bagi kami masih jelas ada tugas  lain yang selalu setia menanti. Ya! Kami harus mengembalikan semua peralatan yang kami pinjam. Serasa masih ingin melekat di diri kami, masalah demi masalah datang! Kami banyak menerima komplain dari mereka yang kami pinjami, bentuknya macam-macam... ada bagian yang kurang lengkap, ada yang tertukar, ada yang rusak, ada yang hilang haha... Yang jelas sampai saat ini masih ada barang yang belum kami tebus haha... semoga saja yang punya tidak membaca part ini!

Momen kepanitiaan PPAK kali ini memang EPIC dan berbeda! Bagi diriku juga mungkin bagi panitia yang lain. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang terkesan kurang bervariasi atau kata kasarnya cuma itu-itu aja! Jelas ada beberapa alasan kenapa kami bisa mengatakan demikian. Hal pertama yang mungkin terlihat sepele adalah posisi panggung. Ya! Tahun ini kami posisikan panggung berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya panggung berada di depan, justru tahun ini panggung berada di tengah! Terdengar aneh mungkin ya bagi kalian? Sebetulnya jika kalian melihat kontur lahan di fakultas kami yang juga tidak memiliki lahan luas, jadi posisi panggung di tengah dinilai lebih baik dan menguntungkan. Daan... hal paling berkesan bagi kami adalah ketika kali pertamanya kami mempersembahkan PAPERMOB sepanjang pelaksanaan PPAK di fakultas kami!!! Menurut kalian apakah itu sebuah prestasi? Bagi kami sebagai panitia ini adalah bentuk prestasi dong! Seakan bukan hanya kami yang merasa bangga, Prof. Zaenuri dan Prof. Sudarmin selaku Dekan dan Wakil Dekan III pun mencurahkan rasa yang sama di dalam sambutannya. 


Foto bersama Pak Rektor, Pak Dekan, dan Pak WD III


PAPPERMOB

Kalian bisa melihat video singkat PAPERMOB kami di bawah ini

Sekian secuil cerita dari aku ya... banyak terima kasih bagi kalian yang sudah bersedia membacanya. Kurang panjang karena aku sedikit banyak part yang lupa, jadi harap maklum!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar