Anugerah yang begitu luar biasa bagiku, hidup di atas tanah yang kaya akan filosofi, tanah subur yang dicintai masyarakatnya, bentang alam yang begitu menakjubkan dengan segala macam kehidupan di atasnya. Jawa Tengah, surga pegunungan yang begitu mengikat pecandu ketinggian, magnet bagi para penikmat perjalanan.
18 tahun, usia di saat diriku mulai tahu, mulai mengenal, dan mulai memaknai setiap perjalanan. Usia di saat tak ada keraguan sedikitpun untuk mejelajah, mengamati, dan menikmati tempat baru. Gunung, tanah yang selalu ingin aku pijak dulu. Hal luar biasa sekarang, ketika telah semua gunung di tanah kelahiran ku jelajah.
2015, Purbalingga | Untuk pertama kalinya mendaki dan menginjakan kaki di puncak gunung. Gunung Slamet, gunung yang konon dihuni perempuan bergaun merah, kerap menampakan diri di Samaranthu, mengganggu mereka yang berperilaku tak senonoh di gunung ini. Menjulang setinggi 3.428 mdpl, menyimpan begitu banyak memori indah di tahun itu, menjadi hal yang tidak pernah aku jumpa dan rasakan sebelumnya, berada di atas lautan awan putih membentang, duduk di bibir kawah aktif nan lebar, merenung menyaksikan ajaibnya dunia, terdengar dentuman kecil yang sesekali keluar dari kawah lebarnya kala itu.
2017, Ungaran | Untuk kedua kalinya mendaki dan menginjakan kaki di puncak gunung. Gunung Ungaran, gunung yang konon kerap menampakan sosok macan kumbang kepada para pendaki. Menjulang setinggi 2.050 mdpl di selatan Kota Semarang, menjadi tempat ternyaman saat rasa jenuh melanda, tempat pelarian saat penat merasuk, tempat di mana banyak inspirasi ku dapatkan.
2017, Karanganyar | Untuk ketiga kalinya mendaki dan menginjakan kaki di puncak gunung. Gunung Lawu, gunung yang kerap dikaitkan dengan muksanya Raja Majapahit terakhir, sang Prabu Brawijaya V, konon seringkali terdengar suara-suara keramaian layaknya manusia sedang berperang di sana. Menjulang setinggi 3.265 mdpl di sisi timur Jawa Tengah, menjadi saksi kuatnya sebuah rasa setia kawan, tempat di mana ego pribadi ku tinggal pergi, menjadi tempat energi-energi positif ku bawa pulang.
2017, Wonosobo | Untuk keempat kalinya mendaki dan menginjakan kaki di puncak gunung. Gunung Prau, gunung yang konon pemiliki gerbang menuju dimensi lain, diyakini sebagai sebab hilangnya para pendaki. Menjulang setinggi 2.695 mdpl, puncak yang melatih kami konsistensi, memilih keputusan yang paling berarti, di tengah kebingungan yang mendatangi kami.
2017, Magelang | Untuk kelima kalinya mendaki dan menginjakan kaki di puncak gunung. Gunung Sumbing, gunung yang konon kerap menampakan sosok perempuan tengah merintih menangis kesakitan pada malam hari. Menjulang setinggi 3.371 mdpl, menjadi kenangan, dialah yang paling setia kawan, janji itu kau tulis di kertas putih, seolah akan kekal di Puncak Sejati.
2017, Boyolali | Untuk keenam kalinya mendaki dan menginjakan kaki di puncak gunung. Gunung Merapi, gunung yang terkenal dengan Pasar Bubrahnya, konon kerap terdengar suara riuh layaknya manusia sedang bertransaksi di pasar. Menjulang 2.930 mdpl, puncak yang memang tak akan pernah ingkar janji, tempat di mana siapa pun akan datang kembali, tak terkecuali dengan kami.
2018, Temanggung | Untuk ketujuh kalinya mendaki dan menginjakan kaki di puncak gunung, Gunung Sindoro. Gunung yang konon kerap memunculkan suara-suara gamelan jawa, tempat bagi kerajaan jin berada. Menjulang 3.136 mdpl, puncak yang mengajarkan kami arti berbagi, kebersamaan yang begitu berarti, hingga tak disadari, keindahan yang menyelimuti kami.
2018, Boyolali | Untuk kedelapan kalinya mendaki dan menginjakan kaki di puncak gunung, Gunung Merbabu. Gunung yang konon kerap menampakan sosok bidadari memenuhi taman, taman di mana hamparan Bunga Edelweis tumbuh subur di sini. Menjulang 3.145 mdpl, puncak yang menyaksikansuatu kemenangan, sebab kala badai malam itu menerjang, seolah kami tak ada tandingan.
2018, Kudus | Untuk kesembilan kalinya mendaki dan menginjakan kaki di puncak gunung. Gunung Muria, gunung yang konon. Menjulang setinggi 1.700 mdpl, tempat dimana rasa bahagia dan bangga ku curahkan, bersama dua kawan, merayakan suatu keberhasilan.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar