Senin, 15 Maret 2021

Gagal Ke Negeri Ginseng?

PART 1

Januari 2020, sore itu sedang rebahan setelah delapan jam ku habiskan di laboratorium, ponsel yang habis dayanya segera ku hubungkan dengan charger. Seperti biasa, YouTube adalah aplikasi favoritku di saat free time seperti ini. Entah berapa data yang kupakai saat itu, selama ada review film terbaru tidak begitu masalah bagiku. 😅 Belum satu tayangan ku selesai tonton, sebuah pesan Whatsapp muncul di bilah notifikasi. Ku buka segera dan kau tahu? Temanku mengirim pesan bahwa dirinya dinyatakan lolos sebuah program ke Korea Selatan lengkap dengan screenshot informasi kelolosannya. Aku tidak tahu menahu apa maksud dirinya memberi kabar tersebut kepadaku, tapi yang ku tahu dia sangat tahu mimpiku yang ingin pergi ke Negeri Ginseng. Mungkin saja, dia ingin pamer dan memanas-manasi diriku 😅. Tapi benar saja, ada sedikit asap yang keluar dari kedua kupingku 😂. Tapi yang ku bilang saat itu, selamat dan jangan lupa sampaikan salamku ke Lisa Blackpink! 😝 Beberapa hari kemudian, diriku masih belum bisa lupa atas keberhasilannya itu. Wah wah wah, dia benar-benar berhasil membuat ku panas 😅! 

Februari 2020, di saat diriku telah menyelesaikan seminar proposal tugas akhir, dirinya terbang ke Korea Selatan. Sontak rasa iri hati ku semakin besar, niat untuk menyusulnya benar-benar berkobar sangat kuat saat itu! 😁 Benar saja, akibat niatan tersebut, diriku sangat aktif dan semakin aktif mencari program yang nantinya bisa membawaku ke negeri impian itu. Padahal, waktu-waktu tersebut diriku sedang disibukkan dengan tanggungjawab di laboratorium dan juga kesempatan yang harus ku gunakan untuk menyelesaikan revisi proposal penelitian. Kesibukan seperti ini tentunya sudah bukan hal asing bagiku, namun untuk hal ini, jujur saja aku seperti tidak bisa mengendalikannya 😅. Tidak berselang lama, sebuah program berhasil membuat ku tertarik. "The Global Intern Program is a Fully Funded International Internship Program. The Internship will be held at the Gwangju Institute of Science and Technology, South Korea" begitulah deksripsi dari program yang aku baca dan tentu saja tujuan program ini akan membawa siapa saja yang lolos terbang ke Korea. 

Sebetulnya bukan hanya GIP, ada satu lagi program yang menurutku sangat bagus pun persyaratannya tidak begitu neko-neko dan yang jelas tipe aku banget haha. Program tersebut adalah Short Term Research Internship Program (STRIP) yang diselenggarakan oleh Academia Sinica. Berbeda dengan GIP yang diadakan di Korea, STRIP justru akan diselenggarakan di Taiwan. Kedua program tersebut pada intinya sama, sama-sama berupa program magang atau internship berbasis penelitian. Namun, durasi kedua program tersebut berbeda, GIP diadakan selama dua bulan sementara STRIP selama 3 bulan. 

Masih di bulan yang sama tepatnya tanggal 5 Februari, aku memutuskan untuk mendaftar kedua program tersebut. Saat itu STRIP adalah program pertama yang aku daftar sebab 10 hari lagi adalah batas terakhir pendaftaran. Sisa waktu yang begitu singkat hingga 6 hari sebelum penutupan pendaftaran, aku sudah mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan. 4 hari ku lewati dengan penuh perjuangan mulai dari meminta surat aktif kuliah dan transkrip berbahasa Inggris ke pihak kampus yang untuk memintanya cukup menguras hati dan tenaga haha, meminta surat rekomendasi, membuat Curriculum Vitae, dan lain  lain hingga akhirnya tiba saatlah aku mengisi formulir aplikasi online. Namun TERNYATA... untuk mendaftar program ini, pendaftar diwajibkan memiliki paspor yang masih aktif! Benar-benar persyaratan yang baru aku ketahui saat mengisi formulir. Ah! Aku rasa aku tidak akan bisa mendaftar sehingga terpaksa tidak ku lanjutkan pengisian saat itu.

Keesokan harinya, pikiranku masih dibayang-bayangi kejadian di hari kemarin hingga suatu ketika aku mencoba mencari tahu cara membuat paspor. Di saat aku mengetahui bahwa hanya perlu waktu 4 hari saja untuk bisa mendapatkan paspor, bergegas aku mempersiapkan dokumen persyaratan. Tapi eh tapi... Kartu Keluarga ku berada di rumahku di Purbalingga 😭, padahal saat itu aku memutuskan untuk membuat paspor di Semarang, itu artinya waktu yang tersisa tidak akan cukup! Seolah jalanku selalu dipermudah, akhirnya aku tahu bahwa ternyata di Wonosobo (kurang lebih 50 Km dari rumahku) ada kantor imigrasi yang tentu saja aku bisa membuatnya di sana. Lima hari sebelum batas akhir pendaftaran, aku pulang dan esoknya langsung mendatangi kantor imigrasi yang aku maksud. Singkat cerita, sampailah di ruang interview, usai selesai, aku disodorkan selembar kertas yang berisi tagihan Rp 350.000. Woah? Panik di tempat sebab aku hanya membawa uang tunai Rp 150.000 di kantong dan yang aku tahu bahwa biaya membuat paspor hanya Rp 100.000. Rupanya, kantor imigrasi Wonosobo tidak lagi menerbitkan paspor 24 halaman sehingga hanya paspor 48 halaman yang mereka terbitkan. Tidak ada uang cukup, ATM pun tidak ada, dan yang jelas tidaklah mungkin aku pulang dulu mengambil uang. ðŸĪŠ Sontak aku teringat Pak Satpam yang ku temui tadi pagi. Ya, kurang lebih pukul 05.00 aku sampai di kantor imigrasi dan beruntungnya aku bertemu dengan beliau. Beliau membantuku banyak hal termasuk saat aku sedang bingung karena masalah ini, aku mendatangi beliau dan beliau menolong ku dengan meminjamkan uang Rp 250.000. ðŸĪē Terimakasih banyak, Pak! 

Tiga hari kemudian atau yang jelas satu hari sebelum penutupan pendaftaran, aku kembali mendatangi kantor imigrasi untuk mengambil paspor dan sudah berjanji akan mengembalikan uang hutang kepada Pak Ridwan, satpam yang baik hati itu. Namun sayangnya, paspor ku ternyata belum selesai diterbitkan! Ternyata... pulang ke Semarang dengan tangan hampa! Namun, aku selalu yakin jalan kemudahan akan selalu ada bagi mereka yang mengusahakannya... Benar saja, aku mendapatkan pesan Whatsapp dari kantor imigrasi sore itu. Pesan itu menuliskan nomor atau kode yang jelas, aku tahu bahwa itu adalah nomor paspor ku! Yuhu! Akhirnya... Keesokan harinya, tepat di hari terakhir pendaftaran aku berhasil menyelesaikan formulir aplikasi online dan cukup lega rasanya! 🙏

Beralih ke program GIP, 7 hari sebelum batas terakhir pendaftaran. Ya! 6 Maret adalah deadline untuk mendaftar program ini. Beruntung, di waktu sebelumnya aku sudah menyiapkan beberapa dokumen, tentu saja membuatku sedikit bernafas lega. Namun, belum lengkap rasanya kalau belum ada drama yang menjadi bumbu penyedap rasa. 😅 Benar saja... di saat aku ingin mendaftar tes TOEFL melalui lembaga bahasa Universitas Negeri Semarang, kelas tes ternyata sudah penuh! ðŸĪŠ Dulu yang kupikir akan semudah itu mendapatkan kelas, namun ternyata tidak semudah itu ferguso! Untuk mengikuti program ini, skor TOEFL resmi merupakan sebuah kewajiban. Akan tetapi, apabila pendaftar terkendala akan itu, mereka diperbolehkan menggunakan skor TOEFL prediksi yang dikeluarkan oleh kampus asal mereka. Singkat cerita, esoknya aku mendatangi lembaga bahasa dan memohon dibukakan kembali kuota tes. Keberuntungan memang selalu berpihak! ðŸĪē Mereka ternyata sudah membuka rombel tes baru berkapasitas 40 mahasiswa sedari pagi tadi. "Waw... penuh belum ya?". Sontak ku daftar lewat website, dan kuota hanya tinggal 3 seat saja!!! ðŸĪŊ Panik plus gemetar ketika mendaftar, namun akhirnya saya bisa tergabung ke dalam kelas tes tersebut. 

Empat hari sebelum deadline, aku mengikuti tes dan selesai. Malam harinya aku cek skor di website dan aku pikir cukup lah untuk mendaftar 😁. Yeah... semua dokumen siap! Esoknya aku mengisi formulir aplikasi online dan ketika usai, tidak langsung ku submit, sebab biasanya penyakit kutil (kurang teliti) selalu datang di saat-saat seperti ini. ðŸ‘đ

Kala itu, saking tertariknya terhadap program ini, ku baca berpuluh-puluh kali panduan yang ada, supaya apa? Aku menginginkan tidak ada cacat sedikitpun tentang segala sesuatu yang aku tulis. Hingga karena itulah, aku menjadi tahu, bahwa salah satu poin penilaian penting diterima tidaknya program ini adalah rencana penelitian atau biasa disebut dengan research plan. Dalam panduan, kurang lebih tertulis bahwa bagi peserta yang sangat tertarik meneliti di bidang spesifik atau laboratorium tertentu sangat dianjurkan untuk menghubungi profesor yang bersangkutan dalam rangka membahas rencana penelitian kita dengan mereka sebelum kita me-submit formulir aplikasi online. Mengingat pentingnya hal tersebut, esoknya aku langsung menghubungi salah satu professor di sana membahas perihal minat dan rencana penelitianku nantinya. Namun sebelum itu, aku sempat dibuat bingung sebab ada begitu banyak laboratorium dengan professornya masing-masing di sana. Bagaimana cara ku menemukan professor yang tepat? Saat itu aku melihat profil setiap professor yang ada di sana melalui website mereka, dengan begitu, aku menjadi tahu minat research mereka seperti apa dan proyek apa yang sedang mereka dikerjakan. Tidak hanya itu, melalui website mereka pula, aku dapat dengan mudah menemukan email setiap professor. 

Setelah mendulang segudang informasi melalui website, kini aku memiliki tiga nama professor yang minat penelitiannya sangat cocok dengan minat penelitianku, dalam bahasa alaynya "gue banget gitu loh". Akan tetapi, untuk menghubungi mereka tentunya bukan hal yang main-main, sebab kesalahan sedikit saja bisa membuat mereka malas dan mengabaikan email kita. Selain itu, perlu hal-hal kreatif supaya mereka bisa tertarik dengan kita, khususnya ide penelitian atau kualifikasi yang kita punya. Untuk itu, beberapa publikasi yang mereka punya aku baca, aku dalami satu persatu, setidaknya dapat mengawali pembicaraan ketika aku menulis email kepada mereka. Akan tetapi, diriku tidak berharap banyak, sebab bukan waktu yang ideal saat itu. Bagaimana tidak? Empat hari sebelum deadline sob ðŸĪŠ!!! Belum tentu juga mereka akan membalas emailku dalam waktu dekat, atau bahkan mungkin juga mereka tidak akan pernah membalas emailku! Menyedihkan! 😎

Tepat tiga hari sebelum penutupan pendaftaran, aku tetap mencoba mengirimkan email kepada mereka dan aku yakin tidak akan langsung mereka balas. Jika dibalaspun, suatu kemungkinan yang sangat kecil untuk bisa memperoleh proposal penelitian berkualitas yang mereka inginkan dengan waktu yang tersisa saat itu. Kalian pasti tahu bukan? Bagaimana perjuangan dan usaha supaya proposal penelitian kalian di-approve oleh dosen pembimbing kalian? Akan ada begitu banyak pengorbanan 😑. Saat itu aku hanya bisa berharap ada keajaiban datang. Benar saja, keesokan harinya aku mendapatkan email balasan dari salah satu professor di sana. Prof. Sanghan Lee namanya, beliau merupakan penanggungjawab salah satu laboratorium di School of Material Science and Engineering. Dalam emailnya, beliau mempersilahkan diriku untuk melakukan penelitian di lab beliau jika aku diterima program tersebut tentunya. Hal yang paling membuatku merasa sangat senang adalah ketika beliau mengatakan bahwa diriku boleh me-submit proposal penelitian ku tanpa harus beliau review terlebih dahulu. Prof... kau begitu baik 😭! Sungguh nikmat yang luar biasa! 

Tepat sehari hari sebelum penutupan pendaftaran, ku sempatkan untuk me-review kembali formulir aplikasi online yang sudah aku isi, aku tidak ingin hanya karena hal sepele membuat ku gagal! Akhirnya... DONE, ku SUBMIT aplikasiku di hari yang sama. Selanjutnya tinggal aku menunggu hasilnya dan berharap kabar baik datang pada waktunya.


BERSAMBUNG ke Part 2 ya!


Kamis, 04 Maret 2021

Mau Belajar di Korea? Ini Syarat dan Prosesnya!

Hai sob! Sesuai janji di postingan beberapa waktu yang lalu saat aku menulis contoh study plan untuk mendaftar dua beasiswa belajar di Korea Selatan (Klik link ini : https://asfrgoestosuccess.blogspot.com/2021/02/menulis-study-plan-ala-gue.html), kali ini aku akan menjelaskan syarat serta proses apa saja yang harus kalian siapkan dan lakukan untuk bisa mendaftar kedua beasiswa tersebut.

Perlu kalian ketahui, ada beberapa jenis beasiswa belajar ke Korea yang sebenarnya bisa kalian daftar. Salah satu yang paling terkenal adalah Beasiswa Korean Government Scholarship Program (KGSP) yang pada tahun 2020 berganti nama menjadi Global Korea Scholarship (GKS). Tentu, beberapa beasiswa tersebut menawarkan jenjang kuliah, syarat, dan proses yang berbeda-beda sob! Ada yang hanya untuk jenjang sarjana (S1), master (S2), doktor (S3) saja, ada yang menawarkan jenjang master sekaligus doktor, bahkan ada juga yang menawarkan program mulai dari sarjana hingga doktor.

Tidak akan semua aku jelaskan, jenis beasiswa yang akan aku bahas di postingan ini adalah beasiswa yang pernah aku daftar di tahun 2020. Beasiswa tersebut adalah beasiswa kampus dari salah satu universitas terbaik di Korea Selatan yaitu Gwangju Institute of Science and Technology atau sering disebut dengan GIST. 

Setiap tahun, GIST selalu memberikan peluang kepada mahasiswa internasional termasuk mahasiswa Indonesia untuk belajar di Korea Selatan melalui program bernama Global Internship Program (GIP) dan Master and Doctoral Scholarship Program. Kedua jenis program beasiswa tersebut adalah beasiswa penuh yang mempunyai tujuan dan waktu pendaftaran yang berbeda-beda. GIP adalah program beasiswa magang singkat berbasis penelitian yang bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa internasional aabila ingin berlatih riset di salah satu laboratorium GIST dan biasanya dibuka pendaftarannya pada bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya, sedangkan Master and Doctoral Scholarship Program merupakan program beasiswa yang menawarkan pendidikan S2 dan S3 bagi mahasiswa internasional yang biasanya dibuka pendaftarannya pada bulan September hingga Oktober (untuk Spring Semester) serta bulan Maret hingga April (untuk Fall Semester) setiap tahunnya. Untuk melihat update terbaru mengenai kedua beasiswa ini silahkan bisa mengunjungi situs resmi GIST di (www.gist.ac.kr)

Global Internship Program (GIP)

Mahasiswa internasional yang dinyatakan lolos nantinya dapat bergabung ke dalam sebuah laboratorium untuk mendapatkan pelatihan dan mentoring penelitian selama 8 minggu dari salah satu professor yang ada di GIST. Kesempatan tersebut tentunya dapat menjadi eluang bagi kalian untuk bisa menjadi mahasiswa GIST setelah berhasil menyelesaikan program ini. 

Siswa program sarjana dan master dengan berbagai disiplin ilmu seperti Teknik Elektro, Ilmu Komputer, Ilmu dan Teknik Material, Teknik Mesin, Ilmu dan Teknik Lingkungan, Kimia, Fisika, Ilmu dan Teknik Biomedik, Life Science, dan Institute of Integrated Technology bisa mendaftar program ini. 

Benefit yang akan kalian dapat sebagai penerima beasiswa:

1. Menjadi mahasiswa magang dan dapat melakukan penelitian di salah satu laboratorium yang ada di GIST

2. Mendapatkan pengalaman presentasi selama poster session

3. Memperluas perspektif kalian dengan memilih dosen dan kelas tertentu

4. Dapat belajar Bahasa Korea dan budayanya pada sesi tertentu

5. GIST akan membiayai setengah harga tiket pesawat kalian ke Korea

6. GIST akan memberikan kalian uang bulanan selama periode beasiswa

7. GIST menawarkan asrama bagi kalian

8. Dapat teman baru dari berbagai belahan dunia

Persyaratan untuk mendaftar beasiswa:

1. Merupakan mahasiswa internasional (selain yang berkewarganegaraan Korea) dari berbagai belahan dunia

2. Mahasiswa S1 senior (tahun ketiga atau keempat) dan mahasiswa S2

3. IPK minimal 3.00 skala 4.00

4. Ketika mendaftar pastikan memilih dua laboratorium dan unggah rencana penelitian (research plan) kalian

5. Tuliskan alamat jalan, nomor HP, dan nama ada form alikasi online yang benar sesuai  paspor kalian

Laboratorium yang bisa kalian pilih:

1. School of Electrical Engineering and Computer Science

2. School of Material Science and Engineering

3. School of Mechanical Engineering

4. School of Enviromental Science and Engineering

5. School of Life Science

6. School of Physics and Chemistry

7. Department of Biomedical Science and Engineering

8. Institute of Integrated Technology

Proses-proses yang harus kalian lalui untuk mendaftar:

1. Buatlah akun dengan email aktif kalian melalui laman ..... 

2. Lengkapi formulir aplikasi online dan unggah semua dokumen yang diminta seperti:

a. Scan ijazah asli dalam Bahasa Inggris/Korea atau dapat diganti dengan Surat Keterangan Rencana Kelulusan (Contoh bisa dilihat melalui https://drive.google.com/file/d/1cIilifS80xmY5Gnt5h948HMOeRNxgQ-4/view?usp=sharing)

b. Transkrip dalam Bahasa Inggris/Korea (Contoh bisa dilihat melalui https://drive.google.com/file/d/1x_9We8U6I_UVuSGZz4YEyZ_KsVkPJOiw/view?usp=sharing)

c. Dua buah Surat Rekomendasi (Contoh bisa dilihat melalui https://drive.google.com/file/d/1z_aCRIJZ6NuAapDjtx3YgDmSRFg45Jiy/view?usp=sharing)

d. Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris yang resmi

3. Pastikan kalian menekan "Submit" setelah mengisi formulir aplikasi online. Setelah menekannya, kalian tidak bisa mengubahnya.

Master and Doctoral Scholarship Program

Sesuai yang sudah dijelaskan sebelumnya, beasiswa ini menawarkan program master, doktor, serta gabungan master dan doktor. Semua jenis pengeluaran (expenses) akan ditanggung oleh pihak universitas sehingga beasiswa ini bersifat pembiayaan penuh (fully funded). Durasi normal untuk program master adalah 2 tahun sedangkan untuk doktor selama 4 tahun. 

Benefit yang akan kalian dapatkan sebagai penerima beasiswa:

Uang semester kalian sebesar 4.415.000 won per semester akan ditanggung universitas

Kalian akan mendapatkan uang bulanan dengan rincian:

Tunjangan mahasiswa (students allowance) sebesar 140.000 won per bulan untuk mahasiswa master dan 295.000 won per bulan untuk mahasiswa doktor

Tunjangan makan (meal allowance) sebesar 100.000 won per bulan dengan catatan telah menyelesakan minimal 9 SKS di semester sebelumnya

Tunjangan mahasiswa internasional (international student allowance) sebesar 120.000 won per bulan dengan syarat mendapatkan IPK minimal 3,0 skala 4,5 pada semester sebelumnya

Uang penelitian bagi kalian sebesar 4.820.000 won per tahun untuk mahasiswa master dan 11.480.000 won per tahun untuk mahasiswa doktor dengan catatan kalian mengikuti proyek penelitian tertentu

Biaya asuransi kesehatan yang didukung 60% oleh Lembaga Asuransi Nasional Korea (Korean National Health Insurance) dan mendapatkan layanan cek kesehatan setiap tahun

Biaya tiket pesawat sekali jalan dari negara asal ke Korea yang sifatnya reimbursement

Laboratorium yang bisa kalian pilih:

1. School of Electrical Engineering and Computer Science

2. School of Material Science and Engineering

3. School of Mechanical Engineering

4. School of Enviromental Science and Engineering

5. School of Life Science

6. School of Physics and Chemistry

7. Department of Biomedical Science and Engineering

8. Institute of Integrated Technology

Dokumen yang dibutuhkan untuk melamar beasiswa:

Tidak seperti tahun lalu yang mengharuskan kalian mengirim langsung dokumen ke GIST melalui layanan pos. Untuk tahun 2021 kalian tidak perlu melakukan itu karena situasi pandemi yang belum terkontrol.  Kalian bisa dengan mudah mengkonversi semua dokumen kalian ke dalam satu PDF dan bisa mengirimnya melalui email.

Statement on Application Documents Submission (Formulir 1)

Ijazah S1

Transkrip S1

Ijazah S2

Transkrip S2

Surat Rekomendasi (Formulir 2)

Sertifikat Kecakapan Bahasa Inggris resmi

Fotokopi Passport

Letter of Recommendation for Matriculation Fee Waiver (Formulir 3) yang bersifat opsional

Sertifikat Kecakapan Bahasa Inggris dari universitas asal kalian yang bersifat opsional

Kriteria peserta yang bisa mendaftar:

Peserta dari berbagai belahan dunia dapat mendaftar

Harus memiliki gelar sarjana untuk mendaftar program master

Harus memiliki gelar master untuk mendaftar program doktor

Membaca petunjuk sebelum mendaftar

Proses  proses yang harus kalian lalui untuk mendaftar:

1. Buatlah akun dengan email aktif kalian melalui laman ..... 

2. Lengkapi formulir aplikasi online dan unggah atau kirim semua dokumen yang diminta melalui email.

3. Pastikan kalian menekan "Submit" setelah mengisi formulir aplikasi online. Setelah menekannya, kalian tidak bisa mengubahnya.