Selasa, 23 Februari 2021

ERERE!

12 Juli 2019, teringat jelas bagaimana kami untuk kesekian kalinya bertemu. Aku, Bayu, Andy, Ekka, Fey, Yupi, Riri, Dhika, Anisah, Esty, Iva, dan Diana saling berbaris di lapangan rektorat mendengarkan beberapa orang berbicara di depan sana. Tidak hanya kami, kurang lebih ada ratusan mahasiswa lainnya di lapangan ini, berdiri dengan memakai pakaian yang sama, dengan maksud yang sama pula. Seolah tidak ingin membuat kalian penasaran, tidak juga ingin membuat kalian bertanya-tanya sedang apa kami di sini panas-panasan. PENERJUNAN, satu kata yang mungkin bagi mahasiswa Universitas Negeri Semarang selalu identik dihubungkan dengan kegiatan ke luar kampus. Bukan pertukaran pelajar, bukan kuliah lapangan, bukan juga kerja lapangan, dan kalian pasti sudah bisa menebaknya sekarang! Kami lebih suka melafalkan KAKAEN ketimbang KKN entah mengapa 🙄... yang jelas aku juga 11 temanku yang lain akan hidup dan tinggal di sebuah kabupaten paling barat Jawa Tengah. Seolah seperti burung yang dilepaskan Pak Rektor, kami secara resmi diterjunkan pada hari itu juga! 

14 Juli 2019, kami berdua belas tiba di lokasi. Bak tamu istimewa, kami disambut warga sekitar yang penasaran dengan wajah-wajah imut kami. Bahkan anak-anak di sana pun kalah imut dengan kami! Seolah tidak ingin kami kesusahan membawa perbekalan, sebagian warga turut menyumbng tenaga, mengangkat lalu membawakan perbelakalan kami ke rumah kosong di pojok sana. Rumah yang cukup besar, gedongan, dan dikelilingi sawah. Entah bagaimana suasana di sana pada saat itu, yang jelas terasa panas di badan dan muka kami. Anak kecil yang seolah tidak mau ketinggalan, mereka juga turut ikut membantu kami, meski hanya doa yang bisa mereka beri. Ahh! Melihat antusias mereka, ingin rasanya kami bekerja saat itu juga! Tidak mungkin, kami harus menghormati tubuh kami yang berhak istirahat saat itu. Parereja, desa yang menurutku cukup maju. Ada dua masjid besar berdiri di utara dan selatan, tiga sekolah dasar, sedikit banyak toko yang sedang buka, lalu satu indomart di pinggir jalan utama desa. Sekilas kami hanya sebatas tahu hal itu.

13 Juli 2019, pagi hari kami mendapatkan kertas putih seperti undangan, tertulis jelas KKN UNNES di situ. Rupanya sambutan kedatangan kemarin itu hanya bumbu penyedap saja sebab di undangan tersebut tertulis sebuah agenda, adalah penyambutan mahasiswa KKN di aula desa! Benar-benar hal istimewa bagi kami. Malam hari rupanya, baiklah ada waktu cukup bagiku merangkai kalimat-kalimat indah yang akan aku sampaikan di hadapan mereka dan juga teman-temanku pukul 20.00 nanti. Sebenarnya aku sudah mempersiapkan itu sebelumnya, hanya saja aku harus menyelingi kalimat-kalimat impresi pertama saat kami dua kali tiba di sini. Saat yang ditunggu pun tiba, kami duduk di barisan kedua, yang jelas aku sangat tegang saat itu 😎. Bukan seperti di depan dosen, mahasiswa, bukan juga rekan organisasi yang boleh saja aku berbicara ngalor ngidul, kesempatan ini harus aku jadikan momen istimewa, yang jelas aku wajib terlihat profesional dan berwibawa 😜. Sebenarnya ini bukan kali terakhirnya aku berbicara di kesempatan seperti ini, jadi masih ada tegang-tegang yang lain nantinya ðŸĪŠ.

Aku sendiri adalah anak FMIPA, mereka Fey dan Ekka adalah anak FBS, Yupi dari FIS, Riri dari FT, Andy dan Esti dari FIK, Anisah dan Dhika dari FE, sedangkan Diana dan Iva dari FH. Latar belakang pendidikan kami cukup beragam, itulah sebabnya kami semua merasa tim kami unik. Untuk tanggungjawab sendiri, aku dipercaya mereka menjadi koordinator mahasiswa dengan dibantu oleh Bayu yang sewaktu-waktu dapat mewakili (bahkan mungkin menggantikan diriku) 🙄. Kegiatan kami mencakup 4 bidang: pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Sesuai tujuan utama KKN, program kami rancang untuk membantu memecahkan (bila tak sanggup mungkin "mengurangi" yang jelas bukan semakin "menambah") permasalah-permasalahan yang ada di tengah masyarakat, tentunya akan kami sesuaikan dengan kapasitas dan bidang keilmuan yang kami miliki.

29 Juli 2019, minggu kedua dimana satu persatu program kami mulai berjalan. Sebetulnya, kami sudah cukup disibukkan dengan beberap kegiatan desa pada minggu lalu dan posko kami yang setiap malam mulai ramai kedatangan anak-anak meminta les, tapi karena kali pertama kami melaksanakan program kami sendiri tentu saja energi kami masih sangat tinggi, kekompakan masih serekat lem alteco, dan wajah kami yang jelas masih saja terlihat imut 🙄. Jika ditotal, setidaknya ada 13 program yang akan kami laksanakan di desa ini. Kalian bisa saja membaca buku kami atau dapat pula membuka media sosial dan video YouTube kami jika kalian memerlukan referensi program-program KKN, sebab tidak akan aku ceritakan satu persatu di sini. Akseslah sesuka hati link berikut ini 👇

Buku program kerja:

https://drive.google.com/file/d/1vLbWebyMB8ArkYSakpsFicatPf5I1tBw/view?usp=sharing

Publikasi program kerja ke portal berita:

https://www.kompasiana.com/amp/diah76618/5d6f1af60d823043ca65b282/tingkatkan-mutu-usaha-kesehatan-di-sekolah-uks-mahasiswa-kkn-unnes-adakan-pemilihan-dokter-kecil-di-parereja

https://brebesnews.co/2019/09/mahasiswa-kkn-unes-adakan-pemilihan-dokter-cilik-di-parireja/

Video YouTube program kerja kami 👇


Video YouTube profil Desa Parereja

BERSAMBUNG!





 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar